SEBUAH AWAL PERJALANAN

Delapan belas tahun lalu sang kelana lahir kedunia sebangai anak kedua dari tiga bersaudara, hidup dilingkungan yang cukup bersahabat baik dari keluarga, teman dan para kerabat yang dekat. Sang kelana adalah seorang yang dibesarkan dengan gaya lingkungan individualis dikarenakan hidup dilingkungan perumahan ditengah kota yang dimana rasa kepedulian itu tak timbul kepada sesama, lebih asyik menyendiri dengan kehidupanya sendiri. setelah beranjak ke masa pubertas Sang Kelana mulai memikirkan "Apakah saya akan hidup dengan suasana seperti ini terus menerus?" dan dia pun mulai belajar dengan mencoba keluar berinteraksi dengan orang lain dan banyak mendapatkan hal baru dan tentunya berinteraksi dengan orang banyak itu hal baru baginya dan sangatlah menyenangkan. Tibalah suatu ketika saat beranjak ke jenjang sekolah menengah atas Sang Kelana membuka pikiranya terhadap hal sosial yang jelas itu semua berhubungan dengan orang banyak, mulailah timbul pertanyaan "kenapa?" Sang kelana pun mencoba mencari arti dan jawaban dari pertanyaan yang terlontar di dalam kepalanya, dia pun sadar arti dan jawaban yang timbul didalam pikiranya tersebut tak akan selesai hanya dengan mendengarkan ataupun membacanya dari satu sumber maka Sang kelana pun terus mencarinya, pertanyaan yang timbul didalam pikiranya adalah "Apakah ketenangan hati setiap orang itu sama? Mengapa orang terus mencari ketenangan hati jika tak pernah coba untuk berhenti sejenak? Lalu saya harus mencari kemana ketenangan hati tersebut?".Begitulah kiranya pertanyaan yang selalu timbul didalam pikiran sang kelana disetiap harinya, hari demi hari dilalui beriringan dengan pertanyaan yang terlintas dikepalanya itu karena sang kelana berpikir bahwa disaat itu dia tak merasakan ketenangan hati yang selama ini dia cari. Suatu ketika dia bertanya kepada kedua orang sahabatnya tentang pertanyaan terebut dan sahabat sang kelana pun menjawab dengan jawaban yang menurut mereka bahwa itu adalah ketenangan hati bagi mereka, sang kelana pun tak puas dengan jawaban kedua sahabatnya tersebut lalu sang kelana pun semakin pusing karena tak kunjung mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang ada di kepalanya tersebut. tibalah suatu ketika datanglah seorang teman mengajaknya untuk bermain bersama alam, sang kelana pun tak menolak sedikitpun ajakan temanya tersebut karena sang kelana memang suka untuk melakukan hal baru. Sang kelana pun coba berkunjung untuk menekat dengan alam dengan diajak temanya tersebut untuk coba naik ke gunung, hal itu pertama kalinya sang kelana lakukan diluar kegiatan sehari harinya yang bersangkutan dengan Handphone,PC, SOSMED dan semua hal yang berbau tekhnologi. Setibanya ia dia diujung tertinggi tepat di atas awan sang kelana merasakan hal yang berbeda hatinya tenang saat menyaksikan cahaya senja yang ranum di ufuk barat, dan dia rasa inilah semua jawaban dari semua pertanyaan yang terlontar didalam pikiranya tersebut.

Comments

Popular Posts