Daydreaming

Hidup di kota yang selalu sibuk dengan semua orang yang tau batasan dan takkan bertindak jauh diluar garis. Karena mereka sudah punya pemikiran sendiri. Aku ingin pergi dan membangun rumahku sendiri di sebuah jalan dimana kenyataan tak jauh berbeda dari mimpi-mimpi yang kupunya.Sebuah mimpi yang kumiliki… Mengkhayal Mengkhayalnya setiap saat, mengkhayal sampai malam tiba dan aku baik-baik saja. Perlahan mengingat masa lalu, seperti jarum pendek yang berjalan pada jam yang tergantung di dinding sebuah sekolah di suatu tempat kita selalu menunggu bel berdering dan kita mengkhayalkan suatu tempat diluar sana. Bukannya aku tak ingat darimana aku berasal Aku hanya tak ingin disini lagi ini tak cukup,kita tak benar-benar hidup.Dimana para pemimpi pergi? Tapi kini aku baik-baik saja. Aku pun sama sekali tak kenal diriku sendiri dulu kupikir saat ini aku 'kan bahagia semakin kupaksakan namun kusadar harus kulepaskan (keinginan) yang mengendalikanku. Harus biarkan itu terjadi dan biarkan saja semua itu terjadi. Memang ini cuma percikan mimpi tapi telah cukup tuk membuatku untuk terus mencoba melangkah, dan saat di luar gelap, tak ada orang lain percikan ini terus bersinar. Setiap malam keras usahaku tuk bermimpi agar esok semuanya kan membaik. Lalu kuterbangun dan melihat kenyataan pahit dan tak ada satu pun yang berubah. Dan garam di lukaku tak lagi membakar seperti dulu bukan karena tak kurasakan sakit tapi karena kau tak lagi takut terluka dan darah di nadi ini tak terpompa lebih sedikit dari biasanya,dan asa lah yang kupunya satu-satunya yang kutahu yang membuatku terus hidup. Harus biarkan itu terjadi tapi telah cukup tuk membuatku terus melangkah (Maka jika kulepaskan kendali sekarang, aku bisa jadi kuat)

Comments

Popular Posts