COFFEE SHOP

Tibalah sang kelana disuatu malam bersama para sahabat bercengkrama ringan ditemani segelas kopi yang setia menemani hingga dingin malam datang mencengkram kulit.Sembari melepas penat karena aktivitas yang di lakukanya sepanjang hari ini sang kelana mendapat pertanyaan kembali tentang kopi yang diminumnya, dan ini cukup membuatnya bagai mati suri ditaman."Kenapa kopi dapat menenangkan jiwa? dan apakah semua orang merasakan perasaan yang sama seperti saya?" dalam hati sang kelana bergumam.Sang kelana mulai menerka apakah jawaban dari pertanyaannya kali ini dan dia terus berusaha mencari sembari meminum kopi robusta ditemani lalunan lagu menambah kehangatan perbincangan ringan sang kelana dengan para sahabat. Sejalan dengan pemikiran jawaban atas pertanyaan yang terlintas sejak tegukan awal yang bersarang kedalam tenggorokannya kopi robusta dengan aroma khas yang sungguh menggetarkan sukma. Sang kelana pun mencoba bertanya kepada para sahabatnya atas pertanyaan yang terlintas dibenaknya sedari tadi dan jawaban yang terlontar dari para sahabatnya pun beragam, mayoritas mereka meneguk kopi berdasarkan mood dari mereka sendiri misal dalam suatu pertemuan datang dengan perasaan baik dan disambut dengan obrolan ringan tak membosankan mereka akan banyak menghabiskan banyak gelas kopi namun sebaliknya jika datang dengan dengan keadaan buruk dalam arti dengan perasaan yang kacau maka mereka tak akan banyak menghabiskan kopi. Jawaban dari para sahabatnya tersebut membuat pertanyaan baru tanpa mendapat jawaban atas pertanyaan yang sebelumnya. pertanyaannya adalah "Apakah setiap orang menghabiskan banyak gelas kopi seperti meminum segelas air putih? ataukah dengan seperti itu cara mereka menikmati kopi?" ini membuat sang kelana menjadi gundah akan apakah jawaban atau pun kesimpulan yang adkan dia ambil dari pertanyaanya akan kopi di hari ini. Sang kelana pun mulai beranjak meninggalkan tempat kopi dengan segudang pertanyaan yang masih terbayang dibenatnya.

Comments

Popular Posts